9 Feb 2020

Media Berita Dekati Generasi Milenial Lewat Siniar

Sejak kemunculan iPod tahun 2011, ada tren baru produksi konten audio yang dikenal dengan sebutan podcast. Nama tersebut merupakan singkatan dari “iPod Broadcasting”. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menamakan podcast dengan siniar, yaitu siaran (berita, musik, dan sebagainya) yang dibuat dalam format digital (baik audio maupun video) yang diunduh melalui Internet.

Berbeda dengan radio yang tayang terbatas di waktu tertentu, siniar menyediakan konten dengan topik spesifik dan tidak terikat oleh waktu. Selain daring, siniar juga dapat diunduh dan didengarkan kapan dan di mana saja menggunakan aplikasi pemutar audio telepon pintar.

DailySocial.id—media teknologi yang fokus pada informasi dan opini—dan JakPat (aplikasi survei daring), melakukan survei yang diikuti 2.032 responden terkait pendengar siniar. Berdasarkan survei bertajuk Podcast User Research in Indonesia 2018 tersebut terungkap, mayoritas pendengar siniar berusia 20-25 tahun (42,12%); 25,52% berusia 26-29 tahun; dan 15,96% berusia 30-35.

Penelitian Edison Research dan Triton Digital tentang The Infinite Dial 2019 juga mengungkap bahwa generasi milenial adalah pendengar utama siniar. Di antara populasi Amerika Serikat usia 12 tahun ke atas, untuk pertama kalinya terdapat lebih dari 50% orang pernah mendengarkan siniar sepanjang tahun 2019.

Tom Webster, Wakil Presiden Senior Edison Research, mengatakan, “Ini adalah momen penting bagi dunia siniar—tonggak sejarah yang sebenarnya. Dengan lebih dari setengah orang Amerika berusia di atas 12 tahun menyatakan bahwa mereka pernah mendengarkan siniar, media ini telah masuk ke arus utama dengan kuat.”

Pada Januari 2019, Reuters Institute merilis Journalism, Media, and Technology Trends and Prediction 2019, yang salah satunya mengungkap soal siniar. Salah satu hasilnya menyatakan kalangan usia di bawah 35 tahun tiga sampai lima kali lebih suka menyimak informasi melalui siniar dibandingkan dengan percakapan radio konvensional. Beberapa penerbit meluncurkan siniar karena peluang bisnis yang menjanjikan atau sebagai usaha untuk menjangkau kalangan yang lebih muda.

Ketiga riset tersebut menyatakan, mayoritas pendengar siniar adalah kalangan muda. Karena itu, tidak mengherankan apabila banyak perusahaan digital maupun media massa membuat siniar untuk menyasar konsumen berusia muda, antara belasan hingga 30 tahunan.

Di Indonesia sejumlah media maupun intitusi jurnalistik telah memulai produksi siniar mereka seperti, Kompas.id sejak 29 Oktober 2019, Tempo Institute sejak 11 April 2017, dan MNC Trijaya sejak 7 Maret 2014. Media asing telah lebih dulu memulai siniar mereka, seperti BBC, Wired UK sejak 12 November 2010, The Intercept_ sejak 23 April 2019, Voice of America sejak 13 September 2019, WNYC Studios sejak 28 Desember 2018, National Public Radio, dan  HowStuffWorks.

Masih menurut penelitian Reuters Institute, seiring banyaknya penerbit meluncurkan siniar berita harian baru, 75% dari 200 editor, CEO, dan pemimpin digital berpikir bahwa audio akan menjadi bagian lebih penting bagi strategi konten dan komersial perusahaan-perusahaan tersebut.

“Saya terkejut dengan potensi audio dan suara untuk jurnalisme. Para pengguna akan mengonsumsi berita dengan berbicara dan mendengar, lebih jarang dengan membaca—dan kita harus bersiap lebih dini untuk perubahan ini,” kata Stefan Ottliz dari majalah berita Jerman, Der Spiegel. (smr/dka)

Leave a Reply