9 Apr 2020

Konferensi Pers Tatap Muka Gubernur Anies Baswedan Dikecam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar konferensi pers terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Selasa, 7 April lalu. Sayangnya, alih-alih dilakukan dalam jaringan atau secara daring (online), konferensi pers yang menciptakan kerumunan orang tersebut digelar secara langsung alias tatap muka.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam kegiatan tatap muka tersebut. “Kegiatan pengumpulan massa seperti ini kontraproduktif dengan imbauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta kebijakan penanganan penyebaran Covid-19 yang menggarisbawahi jaga jarak fisik,” mengutip siaran pers AJI Jakarta.

Berdasarkan pantauan AJI Jakarta, sejumlah jurnalis yang hadir membentuk kerumunan, begitu pula dengan narasumber yang hadir. Para narasumber di antaranya jajaran Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan instansi terkait. Sebelumnya mereka dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat tatap muka di gedung yang sama.

Ilustrasi konferensi pers. (Pixabay)

Menurut AJI Jakarta, pelanggaran atas hal ini bisa diancam pidana satu tahun penjara karena dianggap menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah. Hal tersebut mengacu pada Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

AJI Jakarta meminta, para jurnalis untuk tidak menghadiri segala bentuk konferensi pers tatap muka di waktu mendatang selama masa penanganan pandemi corona. Organisasi profesi wartawan ini juga mengimbau perusahaan media agar tidak mengirimkan jurnalis ke tempat yang berpotensi terjadi kerumunan orang.

“Perusahaan media memantau jurnalisnya yang ikut dalam konferensi pers tatap muka dengan melakukan tes Covid-19 serta melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” mengutip rilis.

AJI Jakarta juga menekankan agar perusahaan media berpegang teguh pada prinsip “Tidak Ada Berita Seharga Nyawa”. Redaksi harus sigap jika ada sesuatu hal yang membahayakan keselamatan jurnalisnya.

Lembaga yang dipimpin jurnalis senior Harian Kontan Asnil Bambani ini juga “Menyerukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Ombudsman RI untuk menegur dan memproses potensi pelanggaran yang dilakukan oleh Pemprov DKI dalam konferensi pers tatap muka di Balai Kota.”

AJI bersama Komite Keselamatan Jurnalis serta Jurnalis Krisis dan Bencana telah mengeluarkan buku Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19. Buku dapat diunduh di bit.ly/PanduanCovid19Jurnalis

Leave a Reply