8 Sep 2017

Hari Aksara, Membudayakan Literasi di Era Digital

Bersama seluruh warga dunia, Indonesia ikut merayakan Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day hari ini, 8 September 2017. Sejak diperingati mulai 8 September 1966 di berbagai belahan dunia, berbagai upaya telah dilakukan untuk memerangi buta aksara.

Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pusat Data dan Statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebanyak 97,93 persen penduduk Indonesia telah bebas dari buta aksara.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kemdikbud Harris Iskandar mengatakan, masih ada sebanyak 2,07 persen atau 3,4 juta yang belum bebas dari buta aksara.

Ilustrasi membaca. (Pexels Photo)

Angka buta aksara usia 15-59 tahun di Indonesia berada di 11 provinsi yaitu Papua 28 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih dari 7 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 5 persen, Sulawesi Barat 4,5 persen, Kalimantan Barat 4,5 persen, Sulawesi Selatan 4,49 persen, dan sisanya masing-masing 3 persen dan 2 persen di Bali, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Tengah.

“Peringatan Hari Aksara Internasional merupakan kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyoroti peningkatan melek huruf, dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia,” ujar Harris sebagaimana dikutip Aksara Institute dari siaran pers Kemdikbud.

Harris menjelaskan, dilihat dari perbedaan gender, perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar dibanding laki-laki dengan jumlah 2.258.990 orang dan 1.157.703 orang.

Untuk itu, Kemdikbud mengampanyekan pengentasan buta aksara dengan 5M: mendesain kebijakan keaksaraan terintegrasi, memperoleh data valid, membagi tanggung jawab antara pusat dan daerah, mendiversifikasi layanan program, dan memangkas birokrasi layanan lewat aplikasi sibopaksara.kemdikbud.go.id.

Ilustrasi membaca. (Pexels Photo)

The United Nations Organization for Education, Science, and Culture (UNESCO) menggagas peringatan International Literacy Day dalam konferensi para menteri pendidikan tentang pemberantasan buta huruf yang dihelat di Teheran, Iran, pada 8-19 September 1965. Selanjutnya ketetapan dibuat dalam Konferensi Umum UNESCO, 26 Oktober 1966.

Tahun ini, UNESCO mengusung tema “Literacy in a Digital World”. Di Indonesia, peringatan Hari Aksara secara nasional dipusatkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai 6-9 September. Sejumlah kegiatan dilakukan yaitu pameran pendidikan dan kebudayaan, pemberian anugera aksara, pemberian penghargaan TBM Kreatif-Reaktif, lomba keberaksaraan, dan PKBM Berprestasi.

Leave a Reply