20 Sep 2017

News Integrity Initiative Promosikan Keaksaraan Berita

Ilustrasi surat kabar dan ponsel sebagai sumber berita. Foto: pixabay.com

Konsorsium internasional News Integrity Initiative baru meluncurkan peta jalan keorganisasian. Para pendirinya sepakat akan mempromosikan keberagaman dalam ruang redaksi, penyebaran informasi secara akurat sekaligus memperbaiki keaksaran berita.

News Integrity Initiative dibentuk pada April 2017 oleh sekelompok pemimpin industri teknologi, akademisi serta pegiat organisasi nirlaba dalam bidang pendidikan sedunia pada April 2017. Lewat konsorsium senilai US$14 juta atau sekitar Rp185 miliar itu, mereka berharap dapat membangkitkan kemauan pembaca untuk menyebarkan informasi secara akurat. Terlebih kini, saat dunia disesaki pelbagai media dan sumber informasi berbasis daring.

Para pendonor News Integrity Initiative “bercita-cita memajukan keaksaran berita sekaligus memperkuat kepercayaan khalayak terhadap jurnalisme sedunia,” kata Kepala Divisi Kemitraan Pemberitaan Facebook Campbell Brown, seperti disitir situs lembaga pegiat jurnalisme Knight Foundation. “Literasi pemberitaan telah menjadi perhatian dunia. Sekarang para pegiat global memiliki wadah independen guna memperkuat literasi.”

Sementara Craig Newmark, pendiri Craig Newmark Philanthropic Fund, mengingatkan pentingnya lembaga pers yang dapat dipercaya. “Dulu, saat mendengarkan guru menerangkan tentang sejarah, saya pelan-pelan belajar tentang sejauh mana kredibilitas pers dapat menjadi imunitas demokrasi.”

Puluhan tahun Newmark menjadi konsumen berita dari banyak sumber. Puluhan tahun pula, ia cenderung berhati-hati kala menemukan “umpan klik” pada judul-judul atau pendekatan (teaser) berita. Ada berita-berita, paparnya, yang tak bisa dibaca sekilas, lalu serta merta dibagikan ke orang lain.

Melalui platform penerbitan karya jurnalistik berbasis daring Medium, direktur pelaksana program News Integrity Initiative  Molly de Aguiar menyatakan komunitasnya mengutamakan jurnalisme yang mendengarkan. “Kami juga mendukung sekaligus mendampingi komunitas-komunitas demi memajukan keberagaman dalam ruang redaksi, serta ekosistem media yang lebih luas,” tulisnya. Salah satu caranya lewat penelitian tentang media, dalam hal kelembagaan serta redaksionalnya.

Mendengar kata “konsorsium,” beberapa orang pasti akan berpikir tentang kemungkinan pemberian dana hibah. News Integrity Initiative memang membuka peluang hibah. Tapi sesungguhnya, hibah atau grant, tulis Molly lewat akun Twitter-nya dan dicuit pada 23 Agustus 2017, “hanya strategi. Yang penting sekarang adalah pergerakannya.”

Selain Facebook, Knight Foundation serta Craig Newmark Philanthropic Fund, konsorsium independen ini turut didanai Ford Foundation, Democracy Fund, Tow Foundation, AppNexus, Mozilla serta Betaworks. News (iks/aks)

Leave a Reply