10 Sep 2019

Kata Alumni tentang Kelas Literasi Media

Kelas Literasi Media di Aksara Institute ada karena tiga alasan. Pertama, keinginan Aksara untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang jurnalisme dan media kepada mereka yang awam atau yang ingin mendalami bidang ini.

Kedua, Aksara meyakini bahwa wawasan tentang jurnalisme dan media harus dimiliki setiap orang tanpa terkecuali mengingat mereka mengonsumsi informasi di media setiap waktu. Ketiga, peminat Kelas Literasi Media sangat tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang selalu mencapai ratusan orang.

Erni Purwitosari, akrab disapa Denik, mengatakan dirinya beruntung bisa ikut Kelas Literasi karena materi yang disampaikan sangat menarik dan bermanfaat. “Apalagi pematerinya pun bukan orang sembarangan. Tetapi mereka yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik,” kata Denik.

Sumber: Pixabay

Denik adalah saatu dari 25 peserta The Writer’s Workshop [nama awal program Kelas Literasi Media] Angkatan I. Saat itu, Kelas Literasi berlangsung selama 12 kali pertemuan atau 3 bulan. Ketika itu, jumlah peserta [cuma] 25 orang dengan tiga pemateri dari Aksara.

Pesertanya beragam. Bahkan salah seorang peserta berasal dari Palu, Sulawesi Tengah, Rifai M. Hadi. Dia sengaja datang dari Palu hanya untuk ikut Kelas Literasi Angkatan I.

Fathurrozak, akrab dipanggil Jek, peserta Kelas Literasi Angkatan IV, menyebut Kelas Literasi Media sangat penting dalam era banjir informasi seperti saat ini. Bagi Jek, publik perlu tahu di mana posisi media dalam sebuah isu tertentu.

“Sehingga kita sebagai publik juga bisa skeptis dan bisa mengritisi kerja media agar lebih ideal lagi. Bisa mengonsumsi mana informasi yang bergizi atau sekadar remah-remah malnutrisi,” kata Jek, yang saat ini bekerja di salah satu media di Jakarta.

Sari Ekowati Hadi, peserta Kelas Literasi Angkatan V, menuturkan, materi Jurnalisme Data merupakan yang paling menarik. Terutama karena dia tidak pernah mendapatkan materi sejenis selama kuliah.

“Di Aksara, kita bisa belajar langsung dari ahlinya. Materi lain selain jurnalisme data juga menarik untuk disimak,” kata Sari, yang kini mengajar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. [aks]

Leave a Reply