20 Mei 2017

Cek Fakta Jadi Tren Media Massa 2017

Investigasi transnasional mengungkap, korupsi dan keberadaan Facebook Live yang membuat booming video daring, menjadi dua hal menarik dalam perkembangan jurnalisme 2016. International Journalist Network (IJNet) mengungkap, ada tiga hal yang akan menjadi tren media tahun 2017.

Ketiga hal tersebut dirangkum IJNet dari komentar para pengikutnya di laman page Facebook. Cek fakta yang lebih kreatif menjadi tren pertama yang diperkirakan dilakukan banyak media sepanjang tahun ini.

Tak hanya di Indonesia, jagat media sosial Amerika Serikat juga ‘dikotori’ oleh berita palsu. Sejumlah media setempat menulis, banyak berita palsu beredar di Facebook sepanjang pemilihan presiden AS.

IJNet menyebut, berita hoax juga menyebar di negara lain seperti Brazil selama perubahan politik kekuasaan di negara itu.

Cek fakta CNN internasional. (Foto: Poynter Institute)

Cek fakta CNN internasional. (Foto: Poynter Institute)

Di Indonesia, pemerintah bahkan berencana membentuk Badan Siber Nasional yang disebut akan bertugas memproteksi publik dari berita bohong demi menjaga keamanan negara. Meski hingga kini belum terealisasi, namun keinginan tersebut menunjukkan, pelintiran fakta menjadi hoax telah begitu mengkhawatirkan.

Merujuk artikel di IJNet, meningkatkan kepedulian terhadap berita palsu dapat mendorong media massa menekankan pentingnya cek fakta (fact checking), salah satunya dengan menggunakan narasumber utama.

Bill Adair menulis di Poynter bahwa cek fakta sedang booming di seluruh dunia. Lebih dari 100 kantor berita saat ini melakukan metode cek fakta untuk setiap pernyataan politikus, yang angkanya naik lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu.

Pengecek fakta memuat temuannya dengan sangat cepat, bahkan hanya berjarak beberapa menit setelah pernyataan politikus, sebagaimana dilakukan oleh CNN. Adair menyebut, cek fakta sebagai tren yang penting.

Ilustrasi fake news. (Pixabay.com/geralt)

Menurut Adair, “Semua perusahaan pers harus mengungkap berita palsu setiap kali meliput pidato, kampanye, dan debat politik. Mencatat akurasi atas klaim seorang politikus harus menjadi standar di setiap peliputan.”

Cek fakta dalam meliput berita dianggap sebagai cara terbaik menangkal berita palsu, dan merupakan jenis liputan yang membuat jurnalisme menjadi lebih bernilai.

Meski di seluruh dunia fact checking tengah booming, di Indonesia, CNNIndonesia.com bisa jadi merupakan media pertama yang memulai hal tersebut. Saat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2017, media tersebut mempublikasikan artikel cek fakta untuk pertama kali.

Screenshot artikel cek fakta CNNIndonesia.com.

Screenshot artikel cek fakta CNNIndonesia.com.

Merujuk pada laman website, CNNIndonesia.com tiga kali menayangkan artikel cek fakta, ketiganya terkait Pilkada DKI, dilakukan bersamaan dengan debat kandidat: masing-masing dua kali saat putaran pertama dan satu kali saat putaran kedua.

Sementara itu, Jaringan Cek Fakta Internasional (IFCN) di The Poynter Institute, mengkoordinasi Hari Cek Fakta Internasional yang diselenggarakan pada 2 April 2017.

Pelaksanaan tersebut merupakan usaha untuk meminta setiap orang di seluruh dunia ikut melakukan cek fakta dalam usaha meningkatkan kepedulian terhadap misinfomrasi, terutama di media online.

Menurut Alexios Mantzarlis, Direktur IFCN, Hari Cek Fakta Internasional bukanlah sebuah single event, melainkan upaya terus menerus untuk mengampanyekan cek fakta dalam politik, jurnalisme, dan kehidupan sehari-hari. (aks/dka)

Leave a Reply