3 Nov 2015

Meliput Peristiwa di Ujung Mara

Posisi astronomis dan geografis menjadikan Indonesia rentan tertimpa bencana alam. Berada pada sabuk gempa sekaligus cincin api Pasifik, Nusantara tak bisa mengelak dari aktivitas tektonis dan vulkanis yang, tak jarang, membahayakan.

Di Indonesia, nyatanya mara tak cuma bersumber dari alam. Kebinekaan kerap meretas konflik dan krisis berkepanjangan di pelbagai daerah. Dalam beberapa kasus, sumber bahaya yang terakhir bahkan lebih mengerikan ketimbang kekuatan alam.

Ilustrasi. (Pixabay.com/Engin Akyurt)

Sekian detik sesudah peristiwa bencana dan konflik terjadi, pekerjaan jurnalistik dimulai. Seorang jurnalis harus siap kala ditugasi ke sumber bahaya. Ia mestilah paham bahwa dirinya harus menempuh risiko, yang terkadang turut mengancam nyawa.

Dok. Aksara Institute

Poster Bulan Diskusi Aksara Institute. (Aksara Photo)

Namun, apa-apa yang ia pikir dan persiapkan terkadang berkebalikan dengan kenyataan di lapangan.

Lewat tajuk “Meliput Peristiwa Bencana dan Konflik,” Aksara Institute mengajak rekan-rekan muda menelaah kerja jurnalistik yang sarat bahaya.

Lewat Bulan Diskusi Aksara kali ini, peserta diharapkan dapat memilah mana yang perlu, baik dan sebisa mungkin dihindari, jika ditugaskan meliput bencana alam dan konflik. Dan yang tak kalah penting: etika selama bertugas.

Diskusi ini akan dihelat di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, pada Sabtu, 21 November 2015. Sampai jumpa di lokasi acara!

Leave a Reply